Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Oktober 2008

Jangan Menangis Sekarang

Temanku sedang berduka
kedaulatannya serasa terkoyak
wajar bila ia terluka
dunia sekitar bagai tak memihak

Dia menangis diam-diam
bila mereka lontarkan bara
pedihnya hati yang tertikam
tiada lagi dapat ia kira

Kenangan berputar silih berganti
hiasan tawa berganti duka
jerit hampa dari sang hati
hanya mampu menggurat peka

Manusiakah mereka
menertawai puing hatinya
menarikan segenap suka
menabur garam dengan pedihnya

Aku di sini kawanku
merajut helai helai pelangi
untuk jiwamu yang sendu
agar sedikit berseri

Bangkitlah kawan hatiku
air mata tak pantas bagi mereka
beri mereka senyum kaku
hingga mereka sepanas di neraka

Dengan seluruh pesona keagungan
berjalanlah dengan canda tawa
biar nanti mereka telan
semua hina dan penderitaan

====================================================================

untuk Iir yang sedang gundah
air mata itu jangan tumpahkan sekarang, jangan untuk mereka
naikkan pandanganmu, tatap busuknya mereka
telanjangi jiwa mereka, lalu hinakan mereka dalam diam dan hening

mereka tak pantas untukmu, kawan
seperti juga cinta tak pantas untuk mereka

Sabtu, 18 Oktober 2008

Mencintai Hidup, Menghidupkan Cinta

Semarak
bisa jadi lebih, tapi begini juga baik
semua syukur kuhaturkan
untuk lebih dan kurang yang dianugerahkan
sebab tanpanya
warna dunia seperti berkurang satu

Begitu campur aduk
pagi dan petang, dingin dan panas
membingungkan dan nyata
kadang malam juga terang sekali
padahal harusnya hening dan terpejam
tapi kalau hati sudah bertitah
manusia pun hanya raga yang kalah

Belum puas
semua hari dan tawa yang ada
selalu ingin mengulang dan abadi
tapi bukankah dunia tak begitu?

Seminggu
tujuh hari pun terpenggal sebagian
wajar saja, memang tak terencana
sedikit dari waktu yang kukenang

Kukatakan padanya
karena begitu mendesak untuk dialirkan
kalimat di dalam dada
tersimpan sejak saat pertama itu

Apalah aku tanpa semua cinta dan benci
emosi adalah tanda kehidupan
sementara jalan di hadapan
entah panjang, entah pendek
menunggu untuk dilalui
dan diisi dengan kesan demi kesan

Doa yang kupanjatkan
sekarang bertambah satu lagi
karena saat ini sudah tak ingin lagi kubiarkan
berlalu tanpa melihat ke masa depan
dan bila Dia bermurah hati
dengan kuasa dan ridha-Nya
maka dunia tak mungkin lebih indah lagi

*semua kesan dan emosi yang tertahan, untuk dia yang menunggu...


Selasa, 01 Juli 2008

Biasa

sepi dan dingin
ah, jendela terbuka
menggigit, memukau
berbalik, dan memejam

buka mata, terang
hangat, silau, menggugah
ternyata matahari
hai, selamat pagi

aroma tanah
lenganku basah perlahan
tengadah, tersenyum
hujan telah datang

beratnya mata
kuap, lalu kantuk
merebahkan lelahku
dalam pelukmu

Selasa, 18 Maret 2008

Orang Bilang (unfinished)


tawa bahagia, diam bahagia
waktu bagai kilat cahaya
saat hati beriring berdua
orang bilang itu cinta

wajah merona, diam merona
detik abadi bagi manusia
hanya mata memberi tanda
orang bilang itu cinta

sepi sengsara, diam sengsara
saat waktu lambat dan hampa
bila jarak bagai neraka
orang bilang itu cinta

Kamis, 21 Februari 2008

Not Only Words

would you please be there
just sit down, try to relax
not as soon as lightning, though
I'll be there to comfort you

would you please just call
and wait for me patiently
soon my heart would sign me
and throw my feet on the road

would you please understand
about me and my weakness
because, just like you
I'm just a human being

would you please find me
whenever I'm lost and confuse
just whisper me your words
in no time, I'll be home

Senin, 04 Februari 2008

I'm Leaving

just stop the tears
words can be harsh
but if you notice
there's love in them

just smile at least
even if it crashed
we've done with lies
so let's be true

just laugh at it
a past is a past
those times we're hurt
was our traces behind

just treasure it
our beats when we kiss
never ending compassion
undeniable warmth we share

cause now is the time
i'm leaving you behind
healing my wounds desperately
dreaming of your touch endlessly

Kamis, 13 Desember 2007

Untukmu

Melarut
dengan udara aku menyatu
bersiap menyapamu lewat angin
yang semilir dan selimuti dirimu

Membayang
dalam gelap aku berdiam
mengikutimu dalam hening
mencumbu bayang dan hari-harimu

Menghambur
dalam harum embun pagi hari
membasuh wajah dan kakimu
menyambut dirimu untuk bersujud

Memancar
sinarku menembusi anak rambutmu
menghangatkan hati dan tubuhmu
menemanimu melangkah dengan senyum

Selasa, 04 Desember 2007

Senyum di Akhirnya

Jangan tanyakan pada pencinta
apa sebab rasa itu ada
ia takkan mampu menemukan jawabnya
karena cinta, hanya cinta baginya

Bila rasa itu memudar
pencinta tak akan memaksakan
karena saat berakhir dengan senyum
adalah satu-satunya yang diharapkan

Mungkin belum melihat dunia
apalagi mengarungi bintang-bintang
namun setitik bahagia di hati
adalah cahaya di tengah kelam

Maka tersenyum sayangku
tangisan perpisahan adalah wajar
karena saat berakhir dengan senyum
maka pencinta kan tetap tegar

Minggu, 02 Desember 2007

Ragu

Sendu...
kau diam tanpa suara
hening, lalu menyayat dan mengiris
sementara aku tergoda

Lari...
aku bersipacu cepat
berat, keringat menderas basah
aku ingin menyerah

Hina...
menjilat ludah sendiri
malu, namun hati ini berontak
aku ingin bahagia

Sakit...
aku tiada padamu
hilang, lenyap tak berbekas
aku ingin kausimpan

Senin, 12 November 2007

Berjalan Bersamaku

Tertawalah,
aku kan menemani tawamu
di sela canda dan gema suara
kita belajar menertawakan luka

Bernyanyilah,
gitarku kan berdenting pula
lewat nada dan senandung itu
kita menghibur dan mengobati

Ceritalah,
aku siap mendengarnya
bersama beban yang terlepas
aku kan genggam hatimu yang resah

Menangislah,
bahuku siap kausandari
sementara air mata mengalir
kubasuh semua luka di dirimu

Berbagilah,
karena aku ingin bahagia
walau aku sesak terbeban
ketika hidup melukaiku juga

Minggu, 30 September 2007

Sepi

Buaian dingin membisu
ia merindu sosok itu
termimpi hingga siang menjelang
mengiris hati ia berdendang

Hampa, adalah malam-malamnya
waktu menyayat kenangannya
bila esok pagi tak datang
hanya diisinya dengan terang

Kemilau hati dalam imaji
adalah kepalsuan diri
maka ia menabur duka
dalam badai membabi buta

Seribu, tidak, satu saja
harapan dibawa hingga senja
lalu melebur dalam cakrawala
satu sosok hening menggila

Senin, 24 September 2007

Segores Sayat

Siapa bisa memahami hatimu?

bahkan samudera pun tak seluas itu
bahkan inti bumi pun tak sedalam itu
bahkan langit kelam pun tak semisterius itu

namun aku mencoba
walau perih tergores
walau pedih tersayat

demi Tuhan aku mencoba sampai akhir..

*hmmm, mulai lagi coba bikin puisi2 pendek...kayanya kok aneh ya, wahahahhaaa.....

Jumat, 14 September 2007

Diriku Me-Ramadhan

Hei, ada apakah ini?
kakiku melangkah dengan ringan
menuju majelis-Mu, pemuja-Mu
dan getar di dada merengkuh damai

Lalu di telingaku pun
selalu kudengar lantunan firman-Mu
mengelupas kerak dan karat di hati
mencerahkan hari dengan ayat suci

Bulan ini, ya di bulan ini
s'lalu kureguk nama-Mu sepenuhnya
lingkupi diri dengan keagungan-Mu
perbaiki masa lalu yang lalai

Di Ramadhan kali ini,
tak ada lagi janji dariku
hanya hati yang makin merindu
dan air mata yang makin membasahi

Minggu, 09 September 2007

Caraku

Seulas senyum bahagia
kala mereka melaju seperti inginku
melesat seperti anak panah
bergulir bagai kehidupan
lalu hilang di ujung pandangan

Tak selalu seperti itu
bila tak terlihat yang kutuju
tertutup dan terkunci
apa dayaku selain berpikir
arah baru dan cara baru

Tak guna terburu-buru
dan mengayun sekedarnya saja
karena ini bukan lagi kesombongan
tapi ketepatan dan kesabaran
acuhkan provokasi, menjaga hati

Saat kutemukan irama
seluruh jiwa raga bersenandung
ayunanku ringan, bidikku tepat
dan mereka memilih menghilang
di keagungan tepi meja

Hap, bola 9 masuk!!

Sabtu, 25 Agustus 2007

Padanya, Aku Merindu

dia memanggilku, dan aku jauh darinya
ingin menangis katanya
dan hatiku membasah
tak sampai tanganku menjangkau

dia merapuh dan membiru
menggigil dalam ramai suara
dan jiwaku teriak
teriak rindu dan kesepian

dia merintih jua rindu
ingin kembali pada peluk ibu
dan dekapku mengendur
pulanglah, kan kugenggam hatimu

Senin, 13 Agustus 2007

Terbadai, Tak Tergapai

Kemarin
aku menangisi
air matamu, sedu sedanmu
kesedihanmu karenaku

Kemarin
kujual jiwaku pada iblis
biar dirancah, dikunyah
demi redakan amuk amarah

Kemarin
kau telah berpaling
setelah kubadaikan kisah kita
atas kebutaan serupa cinta

Kini
jerit hati membara, membeku
ku tak mau beranjak
teriris pedih lihatmu beranjak

Minggu, 29 Juli 2007

Menawar Duka

Menyukai gelak tawamu

Merengkuhi air matamu

Memaknai saat bahagiamu

Meringankan saat sedihmu

Perlahan memasuki hatimu, meletakkan harapan, membenamkan diriku
Pada harummu, pada sudut benakmu
Perlahan mengikis kerak duka, melarutkan sesak, memeluk isakmu
Sandarkan sembab di pundakku

Rabu, 25 Juli 2007

it's you, who make me drowned

everybody knows sun
but do they know
the meaning of sunrise?

everybody knows wind
but do they know
how can it blows our mind?

everybody knows music
but do they know
what lies behind a melody?

everybody knows storms
but do they know
to whom it belongs to?

i know love
but i can't find love
in the sun, the wind, the storms, or music

i know you
but i don't know
the meaning of your sights,
how you blow my mind,
what lies behind you,
and to whom you're belong to

i don't know you enough
but i can find you
with my eyes, my heart, and my soul

Kamis, 12 Juli 2007

Melepaskan

kerlip bintang itu hilang
sejenak tadi pijar yang terindah
semburat keindahan tunggal
kala langit dikuasai kekelaman

ia tak berpesan pun beri tanda
aku tak siap hati, melamun
dan hampa itu hadir tiba-tiba
bekaskan jejak hangat mendingin

arungi sungai air mata
terlintas kenangan silam di mata
maka haru, maka syahdu
lalu pilu, lalu beku, lalu rindu

*saat ini, diiringi I will Come to You - Hanson, memetamorfosakan jenuh kepada energi, merajut imaji...

Minggu, 17 Juni 2007

Perangku, Damaiku

darmaku menangis, ia sendiri
meringkuk, mengecil, nyaris ia lari
bagai semu tapi nyata,
bagai tiada, namun nyatanya ada

semua karenaku, lupa dan angkuh
memanja indera, jalani nafsu
geloranya amukan bayu
hitam putih pun abu-abu

darmaku menyayat, berurai darah
perlahan-lahan, terseok langkah
berharap pada sang surya
usir gelap, bukakan mata

maka bayu meluruh tunduk
maka indera turun bersujud
hitam memudar, putih tersamar
pekat melebur menjadi tawar

darmaku tawa, ia berkidung
goreskan sepena senandung
bayu, indera, hitam, putih
iringi langkah insan terpilih