Minggu, 30 September 2007

Sepi

Buaian dingin membisu
ia merindu sosok itu
termimpi hingga siang menjelang
mengiris hati ia berdendang

Hampa, adalah malam-malamnya
waktu menyayat kenangannya
bila esok pagi tak datang
hanya diisinya dengan terang

Kemilau hati dalam imaji
adalah kepalsuan diri
maka ia menabur duka
dalam badai membabi buta

Seribu, tidak, satu saja
harapan dibawa hingga senja
lalu melebur dalam cakrawala
satu sosok hening menggila

2 komentar: