kedaulatannya serasa terkoyak
wajar bila ia terluka
dunia sekitar bagai tak memihak
Dia menangis diam-diam
bila mereka lontarkan bara
pedihnya hati yang tertikam
tiada lagi dapat ia kira
Kenangan berputar silih berganti
hiasan tawa berganti duka
jerit hampa dari sang hati
hanya mampu menggurat peka
Manusiakah mereka
menertawai puing hatinya
menarikan segenap suka
menabur garam dengan pedihnya
Aku di sini kawanku
merajut helai helai pelangi
untuk jiwamu yang sendu
agar sedikit berseri
Bangkitlah kawan hatiku
air mata tak pantas bagi mereka
beri mereka senyum kaku
hingga mereka sepanas di neraka
Dengan seluruh pesona keagungan
berjalanlah dengan canda tawa
biar nanti mereka telan
semua hina dan penderitaan
====================================================================
untuk Iir yang sedang gundah
air mata itu jangan tumpahkan sekarang, jangan untuk mereka
naikkan pandanganmu, tatap busuknya mereka
telanjangi jiwa mereka, lalu hinakan mereka dalam diam dan hening
mereka tak pantas untukmu, kawan
seperti juga cinta tak pantas untuk mereka
air mata itu jangan tumpahkan sekarang, jangan untuk mereka
naikkan pandanganmu, tatap busuknya mereka
telanjangi jiwa mereka, lalu hinakan mereka dalam diam dan hening
mereka tak pantas untukmu, kawan
seperti juga cinta tak pantas untuk mereka