Rabu, 22 Oktober 2008

Jangan Menangis Sekarang

Temanku sedang berduka
kedaulatannya serasa terkoyak
wajar bila ia terluka
dunia sekitar bagai tak memihak

Dia menangis diam-diam
bila mereka lontarkan bara
pedihnya hati yang tertikam
tiada lagi dapat ia kira

Kenangan berputar silih berganti
hiasan tawa berganti duka
jerit hampa dari sang hati
hanya mampu menggurat peka

Manusiakah mereka
menertawai puing hatinya
menarikan segenap suka
menabur garam dengan pedihnya

Aku di sini kawanku
merajut helai helai pelangi
untuk jiwamu yang sendu
agar sedikit berseri

Bangkitlah kawan hatiku
air mata tak pantas bagi mereka
beri mereka senyum kaku
hingga mereka sepanas di neraka

Dengan seluruh pesona keagungan
berjalanlah dengan canda tawa
biar nanti mereka telan
semua hina dan penderitaan

====================================================================

untuk Iir yang sedang gundah
air mata itu jangan tumpahkan sekarang, jangan untuk mereka
naikkan pandanganmu, tatap busuknya mereka
telanjangi jiwa mereka, lalu hinakan mereka dalam diam dan hening

mereka tak pantas untukmu, kawan
seperti juga cinta tak pantas untuk mereka

Sabtu, 18 Oktober 2008

Selamat Jalan Saudaraku


Memoriku tak menjangkau
saat pertama kita bertemu
hanya saja, cahaya wajahmu
kerap hadir di anganku

Tak hanya sekedar saudara
semua kata dan tawa
punya arti dan makna
kau pun sahabat bagi jiwa

Waktu berlalu, hari berganti
jarak mulai menampakkan diri
walau tak memisahkan hati
namun membawa sesal kini

Karena Dia mencintai kamu
lebih dari kami, keluargamu
dan saat hari berlalu
tangis ini hadir untukmu

Tak ada lain bisa kuucapkan
selain sedikit kata perpisahan
dan barisan doa yang dipanjatkan
mengemasmu atas nama kenangan

Berat, karena kami mencintaimu
kehilangan itu begitu terasa
namun karena kami mencintaimu
kami pasrah pada Yang Mahakuasa

Semoga semua dosa diampuni
Semoga jalanmu terang adanya
Tak lagi akan kami tangisi
Kami serahkan engkau pada-Nya

====================================================================
untuk Mas Hari Sasongko (13 Maret 1974 - 02 Oktober 2008)
yang sudah menghadap-Nya
Selamat jalan Mas, selamat tinggal
Kami rela melepasmu ke haribaan Allah
Mas ga akan ngerasa sakit lagi
Sampai jumpa lagi, Mas
Kami semua merindukanmu

Mencintai Hidup, Menghidupkan Cinta

Semarak
bisa jadi lebih, tapi begini juga baik
semua syukur kuhaturkan
untuk lebih dan kurang yang dianugerahkan
sebab tanpanya
warna dunia seperti berkurang satu

Begitu campur aduk
pagi dan petang, dingin dan panas
membingungkan dan nyata
kadang malam juga terang sekali
padahal harusnya hening dan terpejam
tapi kalau hati sudah bertitah
manusia pun hanya raga yang kalah

Belum puas
semua hari dan tawa yang ada
selalu ingin mengulang dan abadi
tapi bukankah dunia tak begitu?

Seminggu
tujuh hari pun terpenggal sebagian
wajar saja, memang tak terencana
sedikit dari waktu yang kukenang

Kukatakan padanya
karena begitu mendesak untuk dialirkan
kalimat di dalam dada
tersimpan sejak saat pertama itu

Apalah aku tanpa semua cinta dan benci
emosi adalah tanda kehidupan
sementara jalan di hadapan
entah panjang, entah pendek
menunggu untuk dilalui
dan diisi dengan kesan demi kesan

Doa yang kupanjatkan
sekarang bertambah satu lagi
karena saat ini sudah tak ingin lagi kubiarkan
berlalu tanpa melihat ke masa depan
dan bila Dia bermurah hati
dengan kuasa dan ridha-Nya
maka dunia tak mungkin lebih indah lagi

*semua kesan dan emosi yang tertahan, untuk dia yang menunggu...


Sabtu, 16 Agustus 2008

Jeritan Ini

Ya Allah

Karuniakan rahmat dan ridhamu pada kami, ya Allah

Aku cinta dia

dan semakin aku cinta dia, semakin aku bersyukur pada-Mu ya Allah

satukan kami dalam mahligai rumah tangga yang penuh dengan nilai-nilai agama-Mu

dan jaga hati kami dari pupusnya rasa syukur tadi, ya Allah

Semoga engkau mengabulkan jeritan hati ini, ya Allah ya Tuhanku

Jumat, 01 Agustus 2008

Dia...Temani Aku di Setiap Langkahku

Dari mana harus dimulai...hmm, mungkin lebih baik diawali dengan kisah kurang lebih 6 bulan yang lalu, tepatnya bulan Januari, di mana bulan itu jadi salah satu bulan yang perih di tahun 2008. Belum lama segala rencana dipancangkan, secepat itu pula ada yang harus berakhir. Mengharapnya ga jauh-jauh dari lirik bahagia dan optimis di lagu "11 Januari"-nya Gigi, malah jadi mirip "Januari"-nya Glenn Fredly.

Apa boleh buat, mau perih ato engga, waktu ga akan nunggu. Hilang satu, pasti ada satu yang lebih baik menunggu di depan. Walopun gitu, ga ada rencana atau siasat buat cepet-cepet dapet gantinya. Gimana mau susun siasat, lha wong masih dalam masa menjauh dari kaum hawa, jadi ya ga mikir ke arah sana, walopun juga alhamdulillah ga kepikiran buat jadi homoseksual. 

Waktu lagi remuk redam, yang enak memang lari ke temen. Afnal, Mas Bayu, Tria, termasuk temen-temen SMP nun jauh di tempat masing-masing (kalo yang ini lewat Yahoo! Messenger). Di antara temen lama yang itu ada yang namanya Pupun, dan satu lagi biasa dipanggil Dhani. Dua-duanya ternyata kaum hawa yah, jadi heran sama tekad buat menjauh dari kaum hawa, sebenernya serius apa engga yaa...

Curhat berjalan biasa aja, dan akhirnya hari-hari berikutnya jadi biasa curhat. Biasa curhat yang artinya ga biasa kalo ga curhat, dan jadi ada yang hilang. Perasaan kaya gini mulai mengarah ke pihak tertentu, dan dalam hal ini tertuduhnya adalah dia yang tadi aku panggil dengan Dhani. Dan untungnya (atau sayangnya), aku dan dia sama-sama pengguna jasa kartu prabayar Mentari, yang dapet fasilitas freetalk alias telepon gratis dari jam 00.00 sampai 05.00 WIB (cuma) selama dua hari sejak pengisian pulsa minimal Rp 25.000. Fasilitas ini, terlepas dari segala kekurangannya, bener-bener jadi perekat hubungan kami.



Dhani yang pertama kali telepon waktu freetalk kira-kira satu bulan lebih tiga minggu selepas kejadian perih-perih di bulan Januari tadi, atau kira-kira 3 minggu sesudah rasa perih itu lebur. Niat awalnya telepon (aku tau setelah belakangan ini) cuma mau ngetes nomor aja, seperti kebiasaan dia sebelum ini ke semua temen-temennya. Ternyata tes telepon itu bertahan sampe jam 05.00, kurang lebih 5 jam kami bertelepon ria dari saat dia telepon sekitar jam 00.00. Telingaku panas, tapi ga tau kenapa semua obrolan itu berlangsung renyah dan hangat, persis kulit martabak kalo masih panas. Telepon kedua di hari berikutnya, masih juga bertahan 5 jam.

Sejak itu, mulai ada keinginan balas telepon dia. Akhirnya aku isi pulsa juga, dan diniharinya langsung manfaatin freetalk. Walopun di pagi harinya aku dan dia pasti ngantuk dan lemes, tapi rasanya semua bisa ditahan, asal ada kesempatan freetalk. Perkembangan lanjutan, telepon sudah ga hanya waktu freetalk saja, tapi juga di jam-jam lain, sepanjang hati pengen telepon.

Dan kira-kira seminggu berikutnya, terjadilah tragedi itu, saat aku keceplosan mengungkapkan perasaanku (yang sebenernya antara yakin dan ga yakin), dan akhirnya menyeret percakapan ke zona aneh, dengan ucapan-ucapan yang aneh, yang sampe sekarang masih bisa diinget dan jadi kenangan berdua. Tapiii....ga jadian hari itu kok, soalnya pihak adam alias si cowo masih tergagap-gagap mau nembak. Tapiii lagiii.....besoknya jadi kok nembaknya, dan berhubung pihak hawanya juga agak-agak punya rasa, langsung diterima deh, hehehe.

Begitu banyak yang ga bisa aku berikan ke dia, kesempatan bertemu, jalan berdua, makan bareng, saat ini belum bisa. Namun, perlahan dan pasti, perasaan ini akan menemukan jalannya untuk bersatu, karena saat ini bukan apa-apa, bila dibandingkan sekian waktu sisa hidup yang akan aku lewati bersamanya.

Rasaku bukan ombak yang ganas,
cepat meninggi dan menghancurkan,
lalu cepat menyurut.

Rasaku adalah udara,
yang kauhirup tanpa kausadari,
menyegarkan seluruh sel-sel tubuhmu,
dan melingkupi setiap harimu.



Hehehehe....pasti dia, dan kamu semua yang baca, bakal bilang gombal, ya kan? ya kan?

Ga pa pa laaaa, kalo ga ada gombal, ibu rumah tangga bakal bingung. Masa iya mau ngelap kompor pake gaun?

Kamis, 10 Juli 2008

Lelah Raga

Hmmm,

Lama bener g posting kegiatan sehari-hari, hehehe. Kayanya males aja mau nulis, selalu ada excuse yang bisa dijadikan alasan, tapi sebenernya sih cuma gara2 males nulis.

Begitu banyak yang belum aku curhatkan ke sini, termasuk penegasan bahwa aku udah nemu seseorang yang aku harapkan bisa jadi pendampingku di dunia sampai akhir hayat. Foto? Ga dipajang di sini deh, tapi buat yang tau FSku, bisa diliat tuh di situ, hehehe.

Akhirnya, settle di Malang, insya Allah. Ada masalah baru, dan berkaitan dengan the next step with my future family. Kaya lagu deh, engkau di sana, aku di sini, semangka berdaun sirih...halah, apaan lagi. Kaya gitu deh. N bingungnya agak menyenangkan kalo masalah itu, ya ga sih? Ngerencanain rencana berdua, wakakkaa.....jadi kebawa norak neh......sori yah.


Kerjaan yg kemaren baru aja selesai. Still anticipating my next task, what would it be? Hmm, curiosity can kill you, hehehe.

Mas Aryo MP nikah, jadinya rada kopdar deh di sono. Entah foto2nya bisa diminta di siapa. Trus di nikahan adek temen geng-ku di SMA, ketemuan sama Dian pula. Jadi kagum betapa kecilnya dunia, wakakaka...

Dah ah, ga jelas, gini ini kalo lagi mengong, emang rada2 aneh jadinya. See you in another story, n that'll be better than this story.

Selasa, 01 Juli 2008

Biasa

sepi dan dingin
ah, jendela terbuka
menggigit, memukau
berbalik, dan memejam

buka mata, terang
hangat, silau, menggugah
ternyata matahari
hai, selamat pagi

aroma tanah
lenganku basah perlahan
tengadah, tersenyum
hujan telah datang

beratnya mata
kuap, lalu kantuk
merebahkan lelahku
dalam pelukmu

Senin, 26 Mei 2008

FMK 2008 (not so jadul)




Foto2 dari perjalanan bareng2 ke Festival Malang Kembali 2008. Foto diambil saat perjalanan kedua kalinya, hari Minggu, 25 Mei 2008. Ga jadul karena emang udah males pake batik lagi, hehehe. Nanti kalo udah dapet foto2 perjalanan pertama,aku aplot juga kok, tenang ajaaaaa.....

Oiya, bete juga, udah ga ada papan nama yg isinya aneh2 di jalur hijaunya....padahal khas banget....

Kamis, 17 April 2008

Berita Anak Hilang

Barusan aja buka MP, udah ada woro2 tentang anak hilang. Informasi lengkapnya bisa dilihat di sini. Mungkin teman2 bisa membantu untuk menyebarluaskan. Jangan lupa, kalau ada informasi disharing ya.

Senin, 14 April 2008

Nasi Empok di Dau, 12 April 2008




Pagi2 ditelepon mas Bayu, ngajak makan siang di suatu tempat di Dau. Pokoknya dijanjiin bakal keringetan dan kepedesan. Apa daya, promosi yang menarik itu efektif, apalagi udah diceritain sama mas Bay sejak lama (lihat di SINI..). Pokoknya, apapun yang terjadi, meluncuuurrr......

Sekitar Dhuhur kami bertiga berangkat. Aryo, temenku yang baru dateng dari Surabaya, juga sama2 blank-nya soal tempat makan ini. Motivasi utama si Aryo ini ikut adalah gara2 dia diiming-imingi durian, which is his favorite fruit, hehehehe.

Mulai dari perjalanan sampe di tempat, seneng setengah mati ngeliat hijau-hijau di kejauhan pandangan. So, kalo yang dua orang langsung duduk n ngobrol2, aq ga pake lama langsung jeprat jepret semua yang bisa dijepret, termasuk ibu-ibu penjualnya. Jiwa banci foto juga sedikit terusik, dan akhirnya adalah satu atau dua foto self taken.

Menu yang ada di sana, jelasnya nasi empok alias nasi jagung, lalu sayur asem dan lodeh tahu tempe, dan sederetan lauk yang digoreng, di antaranya ayam, bandeng, telor, perkedel, bebek, de el el. Sambel dimasakin langsung on the spot, hehehe, bisa request jumlah cabe yg dipengenin. Minuman berkisar antara dawet, teh, kopi, air putih, pokoknya yang simple n standard. Gorengannya juga ada, tapi ga pake saus petis, cuman dilengkapin cabe rawit aja. Sama ga ketinggalan ikan pindang yang dimasak pake bawang n cabe, enaks bangets.

Jangan kalap ngambil lauk kalo di sini, soalnya nembak harga lauknya lumayan tinggi. Nasi n sayur ga diitung, hehehe, mo ngisi piring pake porsi dua kuli jadi satu juga bisa. Minuman rata2 seribuan, gorengan lima ratusan. Murah khan?

Pulangnya, mampir bentar buat icip2 duren. Tombo kangen, tombo pengen, hehehe. Sedikit bocoran, malem harinya, aku n Aryo ga makan malem, saking perut masih panas.

Yah, akhir kata, coba aja deh. Suasana baru, menu ndeso yang pas di lidah, pemandangan sawah yang makin susah ditemuin, angin semilir yang sejuk. Pas buat ngilangin stress. DI bawah ini beberapa momen yang sempet ketangkep kamera.

Sabtu, 12 April 2008

Bukan Puisi

Belum sebulan, tapi serasa memulai untuk selamanya.
Belum bertemu, tapi rasanya tak sendiri setiap hari.
Apa memang begini harusnya? Mungkinkah hanya fatamorgana?

Ragu, karena memang segalanya berjalan tanpa diduga.
Resah, karena justru akulah yang paling tak mengerti.
Bolehkah begini perasaannya? Baikkah bila aku terima?

Setiap hari ada rindu, ia hadir tanpa diminta.
Setiap waktu ada harap, bahwa semua akan satu akhirnya.
Setiap saat bergelut dengan mimpi, hitam dan putih.

Lalu kutemukan jawab tanya itu, sederhana saja.
Menyerah pada keinginan dan rasa damba yang memuncak.
Semoga kali ini kita mampu bertahan, karena aku tak mau lagi sendiri.

====================================================================

Note:
Hanya rasa saja, itu tak cukup.
Biarlah memulai dengan tertatih dan perlahan, selama ada usaha untuk menjaga.
Telan semua tawa dan air mata, reguk seluruh manis dan pahit.
Jangan berpaling, karena perasaan manusia terlalu agung untuk dipermainkan.
Mulailah dengan do'a, karena seluruh hidupmu bermula dari titik ini.
Sisanya, nikmatilah segalanya, karena rasa itu ada bagi manusia untuk dinikmati.

Rabu, 09 April 2008

Campur-campur

Hmm....ga mood posting banyak2, jadi to the point aja:
  1. Mbok yaaa kalo mau nutup websites itu dipikir baik2 resikonya. Masa cuman gara2 slideshow yg bernama FITNA, yang sama sekali ga layak disebut film, yang sama sekali ga layak diapresiasi, MP tersayang sampe ditutup. To you all who consider FITNA as a weapon to attack us, Muslim, hear what I say. To me, that slideshow ( I won't consider FITNA as a movie or short movie or documenter movie or anything ) won't prove anything, since it's made sooo bad, lack of originality, creativity, too much missperception, and only prove the foolishness of the maker, hehehe.
  2. Terima kasih buat seluruh anonymous proxy yg bersedia mengantarkan saya ke halaman Multiply kesayangan saya ini.
  3. Ternyata rasa kangen itu juga bisa jadi motivasi loh, wahahahhaa...
  4. Kok bisa ya, tau2 jadi males posting. Ah, kerja dululah....nanti aja kalo mood posting lagi.

Selasa, 08 April 2008

Tes

Tadi coba posting blog masih belom bisa. Sekarang udah bisa belom ya?

Selasa, 18 Maret 2008

Orang Bilang (unfinished)


tawa bahagia, diam bahagia
waktu bagai kilat cahaya
saat hati beriring berdua
orang bilang itu cinta

wajah merona, diam merona
detik abadi bagi manusia
hanya mata memberi tanda
orang bilang itu cinta

sepi sengsara, diam sengsara
saat waktu lambat dan hampa
bila jarak bagai neraka
orang bilang itu cinta

Kamis, 21 Februari 2008

Not Only Words

would you please be there
just sit down, try to relax
not as soon as lightning, though
I'll be there to comfort you

would you please just call
and wait for me patiently
soon my heart would sign me
and throw my feet on the road

would you please understand
about me and my weakness
because, just like you
I'm just a human being

would you please find me
whenever I'm lost and confuse
just whisper me your words
in no time, I'll be home

Senin, 18 Februari 2008

Hari Baru (tidak untuk film Ayat-ayat Cinta!!)

Aaaahhh...dah lama banget ga ngoceh segala macem di sini. Maklum, lagi males nulis apapun, jadinya ya ga diisi-isi deh blognya.Sebulan udah berkutat sama segala emosi negatif, dari sedih, marah, kesel, cemburu, muak, sampe ke rasa lelah yang kaya selalu ada tiap saat.

Kenapa? Kadang juga bingung kalo ditanya begitu. Kalo mo dibilang kewajaran, kok ya sampe sebulan segala hampir nonstop. Kalo dibilang buang-buang energi ga jelas, kok ya rasanya wajar aja ya waktu ngerasainnya. Kalo dibilang menyedihkan, hehehehe, lha wong emang gitu kok nyatanya. Aah udahlah, toh ya udah lewat. Hari-hari ke depan mudah-mudahan ga bluey2 banget, dan harus begitu, karena gw maunya begitu!

Barusan aja liat sebentar Ayat-ayat Cinta, film yang (katanya) paling diantisipasi sejagad percintaan di Indonesia. Hemmm.....Rianty, Melani Putria, Zaskia Mecca, kayanya seleb2 cewe yang masuk kategori menarik bagi gw. Kalo mau jujur, sebelom nonton juga udah ada ketakutan yang nongol gitu aja. Takut, kalo film ini ga seindah dan sebaik novelnya, karena novelnya masuk kategori hampir sempurna menurut standard penilaian gw yg cupu ini. Dan...eng ing eng, mulai deh....dan segala komentar nyerocos langsung dari mulut gw tanpa sensor. Kenapa begini, kenapa begitu, wah gak gini harusnya, harusnya gitu.

Walhasil, setelah episode pernikahan, kutinggallah itu film. Kecewa, di saat pernikahan Islami yang gw harap berhasil ditangkap kamera dan disajikan buat penonton ternyata serasa dikhianati habis2an.
  • Adegan membaca do'a sesudah masuk ke apartemen, perilaku sang istri yang menghormati dan menghargai semua barang milik sang suami tanpa menggantinya dengan yang baru, percakapan mengenai penentuan tempat tinggal hingga adegan pemilihan satu di antara dua kartu ATM yang ada, lalu pernyataan bahwa sang istri akan mengikuti kebijakan dan keputusan sang suami mengenai tempat tinggal, pekerjaan, dan pola hidup yang akan dijalani, semua ga ada.
  • Pun adegan sang suami yang sempat bingung menghadapi segala kenikmatan dan kekayaan yang ada di depan mata, lalu caranya mengatasi kekikukan itu dengan bertukar pikiran dengan sang istri dan sang syekh, semuanya ga ada.
  • Keikhlasan sang istri untuk hidup sederhana sesuai kehidupan sang suami sebelum menikah, dan keikhlasan sang suami untuk mempertimbangkan kesulitan yang akan dihadapi sang istri bila hidup dengan pola yang biasa dijalani sang suami, semua ga ada.
Mungkin masih banyak lagi yang bisa ditangkap, kalo aja gw nerusin nonton sampe terakhir. Tapi gw terlanjur kecewa. Gw berharap pasangan dalam novel, yang selalu berhasil mengatasi semua masalah dan menjembatani perbedaan sesuai keyakinan mereka pada Allah SWT, seakan gak penting bagi film ini. Yang penting adalah gesekan-gesekan konsep poligami, yang dengan heboh dan membabi-buta dijejalkan di dalamnya.
  • Dibuatlah sang istri gak mau sang suami kerja, karena uangnya sudah banyak.
  • Dibuatlah adegan makan malam di restoran dengan keluarga Fahri dan keluarga Maria sebagai pelakunya, hanya untuk memunculkan adegan Aisyah yang menepis tangan Fahri yang mau membayar makanan, untuk kemudian melunasi semua tagihan makan malam itu.
WTF??!!!

Ya sudahlah, daripada sakit hati, mending ga usah nonton sampe selesai. Makasih buat yang bikin film ini, makasih buat Rosa yg udah nyanyi soundtracknya dengan indah, makasih buat kalian2 yg suka sama film ini. Buat gw, cukup novelnya ajalah.

Oiya, kenapa postingan ini ga dimasukin ke review? Jawabnya adalah, karena gw males edit2 lagi, males cut paste, jadi dimaklumin aja yaaa.....

Senin, 04 Februari 2008

I'm Leaving

just stop the tears
words can be harsh
but if you notice
there's love in them

just smile at least
even if it crashed
we've done with lies
so let's be true

just laugh at it
a past is a past
those times we're hurt
was our traces behind

just treasure it
our beats when we kiss
never ending compassion
undeniable warmth we share

cause now is the time
i'm leaving you behind
healing my wounds desperately
dreaming of your touch endlessly

Minggu, 13 Januari 2008

Sayonara

More nights,
more and more days,
all I want is you

You,
with those eyes....


I can't do it. I can't finish my own poem.

I've lost. I'm down.

I believe I'll be fine someday, but not today.

Just today, let me cry out my sorrow.
Just today, let me drown in my own tears.

Senin, 07 Januari 2008

Baksos MPers Malang jilid Kesekian

Diambil alias kopi paste dari sini. Monggo dicermati.

=============================================================

Assalamualaikum Wr.Wb dan Salam Sejahtera...

Sebagaimana yang telah diketahui bersama, saat ini pulau Jawa mengalami musibah dengan banjir besar serta tanah longsor yang tidak sedikit merenggut korban harta dan nyawa dengan kerugian yang cukup besar. Selain di berbagai daerah sepanjang Bengawan Solo, beberapa wilayah di Malang juga mengalami bencana serupa, khususnya kawasan Malang Selatan (Sitiarjo dan sekitarnya), dan beberapa wilayah di Pakis serta kota Malang sendiri (terutama Madyopuro dan Lesanpuro) pada akhir Desember 2007 lalu.

Dibutuhkan juga bantuan baik berupa kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, sembako, obat-obatan dan perlengkapan wanita maupun bayi untuk meringankan hidup korban banjir khususnya di Malang selatan. Nah, bagi rekan yang ingin membantu dari segi dana, kami bersedia untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk apapun sebagai wujud kepedulian anda khususnya mungkin yang berasal dari Malang Selatan (atau anda yang berasal dari mana-mana dan ingin menyumbang).

Sumbangan bisa disampaikan dalam bentuk uang yang nantinya juga akan berkoordinasi dengan PMI cabang Malang dan disesuaikan dengan kondisi warga di kawasan bersangkutan. Jumlah sumbangan tidak dibatasi, seikhlasnya dan dapat ditransferkan ke nomor rekening berikut :

Bank Mandiri cab. Malang:
1440002245295 a.n. Rudini Bayuaji

BCA cab. Malang:
8160446731 a.n. Rudini Bayuaji

Untuk keterangan lebih lanjut, bisa langsung melalui PM saya (bambangpriantono), atau PM rekan saya Fajar (rhedjozt). Lokasi penyerahan disesuaikan dengan kondisi, tetapi dikhususkan di Malang Selatan. Ditunggu dalam waktu seminggu setelah pesan ini ditulis.

Kepedulian kita insyaallah akan meringankan beban mereka. Dan silahkan meneruskan pesan ini kepada rekan anda, baik yang di Multiply maupun di Blog lainnya, dengan mencantumkan sumber pesan tersebut.

Bambang Priantono
070108