Memoriku tak menjangkau
saat pertama kita bertemu
hanya saja, cahaya wajahmu
kerap hadir di anganku
Tak hanya sekedar saudara
semua kata dan tawa
punya arti dan makna
kau pun sahabat bagi jiwa
Waktu berlalu, hari berganti
jarak mulai menampakkan diri
walau tak memisahkan hati
namun membawa sesal kini
Karena Dia mencintai kamu
lebih dari kami, keluargamu
dan saat hari berlalu
tangis ini hadir untukmu
Tak ada lain bisa kuucapkan
selain sedikit kata perpisahan
dan barisan doa yang dipanjatkan
mengemasmu atas nama kenangan
Berat, karena kami mencintaimu
kehilangan itu begitu terasa
namun karena kami mencintaimu
kami pasrah pada Yang Mahakuasa
Semoga semua dosa diampuni
Semoga jalanmu terang adanya
Tak lagi akan kami tangisi
Kami serahkan engkau pada-Nya
====================================================================
untuk Mas Hari Sasongko (13 Maret 1974 - 02 Oktober 2008)
yang sudah menghadap-Nya
Selamat jalan Mas, selamat tinggal
Kami rela melepasmu ke haribaan Allah
Mas ga akan ngerasa sakit lagi
Sampai jumpa lagi, Mas
Kami semua merindukanmu
untuk Mas Hari Sasongko (13 Maret 1974 - 02 Oktober 2008)
yang sudah menghadap-Nya
Selamat jalan Mas, selamat tinggal
Kami rela melepasmu ke haribaan Allah
Mas ga akan ngerasa sakit lagi
Sampai jumpa lagi, Mas
Kami semua merindukanmu
Innalillahi wa innailahirrojiun...
BalasHapussemoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT... dan mendapat tempat disisiNYA
Amien...
aamiin, makasih ya ger.
BalasHapussama² mas... udah seharusnya kita saling mendoakan...
BalasHapusbesok ikut halah bihalah kan ...
jadinya jam brp? kok PMnya ilang ya? jadi ga tau perkembangannya kan...
BalasHapusinnalillahi wainna lillahi rajiun ..kepadaNya kita datang dan kepadaNya juga kita kembali subhanaallah wa bihamdi subhanaallah wa bi azhim
BalasHapusfajar
puisimu baik sekali..kamu gabung sama satu bumbung yok masuk berkarya... di Jurnalkesusasteraan.multiply.com. kita gabung sama berkarya yokkk...
besok di rumah nina
BalasHapusTerima kasih Sal.
BalasHapusMemang, satu hal yang bisa jadi penenang untuk jiwa adalah saat kita sadar bahwa diri kita bukan milik kita, tapi milik Allah.
Puisiku baik? Alhamdulillah. Mungkin karena pekatnya emosi yang aku rasa, jadi puisinya agak berisi :)
Coba deh aku browse ke MP yg kamu beri dulu, kalau masih PD nanti aku gabung, ehehehe...
iya, dirumah Nina.
BalasHapus