Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 November 2011

Sabtu, 18 Oktober 2008

Selamat Jalan Saudaraku


Memoriku tak menjangkau
saat pertama kita bertemu
hanya saja, cahaya wajahmu
kerap hadir di anganku

Tak hanya sekedar saudara
semua kata dan tawa
punya arti dan makna
kau pun sahabat bagi jiwa

Waktu berlalu, hari berganti
jarak mulai menampakkan diri
walau tak memisahkan hati
namun membawa sesal kini

Karena Dia mencintai kamu
lebih dari kami, keluargamu
dan saat hari berlalu
tangis ini hadir untukmu

Tak ada lain bisa kuucapkan
selain sedikit kata perpisahan
dan barisan doa yang dipanjatkan
mengemasmu atas nama kenangan

Berat, karena kami mencintaimu
kehilangan itu begitu terasa
namun karena kami mencintaimu
kami pasrah pada Yang Mahakuasa

Semoga semua dosa diampuni
Semoga jalanmu terang adanya
Tak lagi akan kami tangisi
Kami serahkan engkau pada-Nya

====================================================================
untuk Mas Hari Sasongko (13 Maret 1974 - 02 Oktober 2008)
yang sudah menghadap-Nya
Selamat jalan Mas, selamat tinggal
Kami rela melepasmu ke haribaan Allah
Mas ga akan ngerasa sakit lagi
Sampai jumpa lagi, Mas
Kami semua merindukanmu

Sabtu, 23 Juni 2007

Hati...sapa aku sekali lagi



Pernah gw tanya sesuatu ke seorang temen, dan jawabannya sampe sekarang masih nancep di hati.


  • Gw: ke mana aku akan dibawa? ato ke mana akan aku bawa hatiku?
  • Dia: diam sejenak..seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini. Jangan biarkan apa pun mengalihkan perhatianmu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkan hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke masa hati membawamu...

Menurut gw, jawaban dia itu, indah, dan pas dgn yg gw butuhin. Kita terlalu sering bergerak, ngomong, makan, ngerokok, ato apapun yg bisa kita lakuin, dan kadang kita lupa untuk diam sebentar. Untuk apa diam? Untuk introspeksi, kontemplasi, dan tanya hati masing-masing. Karena semua rasa berpusat di hati, karena semua keinginan bermuara pada keinginan hati, karena kita ditentukan dari kepedulian kita terhadap hati kita sendiri.

Hati, adalah tanda, yang udah terlalu sering kita abaikan. Hati, adalah senandung, yang udah sekian lama kita tuli terhadapnya. Hati, adalah mata, yang mana kita terbiasa menutupnya rapat-rapat. Hati, adalah kita, saat belum terkotori noda dan jelaga.

Best regards to her, sedikit tulisan, sedikit foto, sedikit suara, tapi berarti banyak buat gw. Moga2 bisa gw bales yg setimpal.
Be good girl, be strong. You're more than just OK. You're miracle.