Kamis, 26 April 2007

Kesaksian

Satu dari langit
yang menabur segala kesunyian
selimuti hari dengan kabut merah
tiada hilang sisi kelam dan lukanya
terbaring hampa dan tersibak
lalu berlari menyambut hujan

Buas geramnya
ia menggelegarkan amarah dan murka
bergemuruh dan berderap
kaki bayangan dalam lubuk jiwa insan
tak kenal rapuh, apalagi bertahan
hanya pekat ujung penanya

Sang waktu
kelilingi getir nafas perjalanan
jarum perak memutar nasibnya
dan hamba terpekur diam
membujur dalam barisan jiwa
yang pekat lagi lapar


9 komentar:

  1. mas gozaru kok puitis bgt sech? ato jangan2 aku yang ndak tau!!
    :p

    BalasHapus
  2. @cupid: hehehee.....

    @sam Yosy: hahahahahaaa.........

    BalasHapus
  3. Mas Gozaru harusnya puisinya gini :

    Mendaki Gunung Lewati lembah
    Sungai sungai mengalir indah ke samudera
    bersama teman bertualang
    Mencari tempat yg baru dan belum pernah terjamah
    Suasana ramai di tengah kota

    He3x... Piss Men.....

    BalasHapus
  4. aaaahhhh........kau menembakku..............

    BalasHapus