Satu dari langit
yang menabur segala kesunyian
selimuti hari dengan kabut merah
tiada hilang sisi kelam dan lukanya
terbaring hampa dan tersibak
lalu berlari menyambut hujan
Buas geramnya
ia menggelegarkan amarah dan murka
bergemuruh dan berderap
kaki bayangan dalam lubuk jiwa insan
tak kenal rapuh, apalagi bertahan
hanya pekat ujung penanya
Sang waktu
kelilingi getir nafas perjalanan
jarum perak memutar nasibnya
dan hamba terpekur diam
membujur dalam barisan jiwa
yang pekat lagi lapar
Pertamax....
BalasHapusHe3x....
wah intinya apa tuh,,,,
BalasHapusduuuuh....serasa BB17.........
BalasHapusruwet, hehehehee.......
BalasHapusmas gozaru kok puitis bgt sech? ato jangan2 aku yang ndak tau!!
BalasHapus:p
iyo ... gak mudeng
BalasHapus@cupid: hehehee.....
BalasHapus@sam Yosy: hahahahahaaa.........
Mas Gozaru harusnya puisinya gini :
BalasHapusMendaki Gunung Lewati lembah
Sungai sungai mengalir indah ke samudera
bersama teman bertualang
Mencari tempat yg baru dan belum pernah terjamah
Suasana ramai di tengah kota
He3x... Piss Men.....
aaaahhhh........kau menembakku..............
BalasHapus