saat titik-titik itu menjauh
maka luas dan hampa adanya
dan hati yang merapuh
hanya sisakan perihnya luka
diam, lalu cipta suara
lirih, ia membelai indera
langkah, bawa satu lagu
kabut, lalu alun nyanyiku
dengarlah, sumbang dan lelah
nyala pelita dalam badai
sekarang atau nanti, entah
memori air matamu berderai
lari sudah tak berguna
resah menunggu dia pelangi
tatap langit, lalu buta
dengar hampa, tuli hati
wah ternyata suka nulis2 puisi ya,,,
BalasHapuscieeeeeeeeeeeeeeeeeeee
BalasHapuseeheemmm..... :D
BalasHapussuka, kalo inspirasinya dateng :D
BalasHapusmas...mas, komen sampeyan sek gak terproses, aku bingung nanggepine :p
BalasHapuskorek manaaaaa...................
BalasHapus:p
suittt.... suittt.... ada angin apa lagi niy?? ;;)
BalasHapushehehheee......kl kata si rylis, ini namanya lagi puitis :p
BalasHapuswes ndang wes....
BalasHapusngenteni opo maneh?
ngenteni agus, dia kan skrg masih in relationship with fery :p
BalasHapuskesuwen.....
BalasHapuslangsung ae, selak kedisikan....