Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Rabu, 31 Januari 2007
Sayap Keagungan (4 my lovely Mother...)
Aliran air mata
keringat dan darah itu
tak diperlihatkannya padaku
pun bilur-bilur luka di kedua kakinya
semburat sayatan di kedua tangannya
dan biru lebam di sekujur tubuh kecilnya
Senyumnya meneduhkan
menyiratkan matahari dan pelangi
yang muncul setelah badai taufan
menebarkan permadani kedamaian
hingga gundahku meluruh mengabu
dan ia bahagia karena bahagiaku
Dan panas membara jalan setapak
menyapa garang telapak kakinya
alirkan bulir-bulir peluh yang menganaksungai
namun tetap tak goyahkan tegar punggungnya
dimana aku bergayut nyaman
berhiaskan payung peneduh hari
Saat lapar itu memasungku
kesigapannya mampu mengirimkan
bulir demi bulir nasi bagiku
teguk demi teguk air bagiku
walau tak kulihat ada pula baginya
sebutir nasi dan setetes air
Ibu, ibu,
putramu yang hina ini mencium kakimu
dengan segala air mata kenistaan
berharap masih tersisa sedikit maaf di sana
sekali lagi bernaung di sayap keagunganmu
sekali lagi mengais kehangatan di pelukmu
Langganan:
Postingan (Atom)