Sejak bulan Oktober 2011, entah karena kena angin apa, saya memulai kebiasaan baru dalam mengonsumsi karya kreatif para musisi, baik musisi lokal maupun interlokal....eh internasional. Kalau dulu selalu mencari di situs-situs pengunggah lagu-lagu (yang tentunya gratis, hanya bayar biaya internet saja), namun kali ini saya berburu CD (dan DVD, rencananya) di toko-toko yang menyediakannya (dan tentunya tidak gratis).
Kenapa CD? Kenapa tidak kaset?
Alasannya karena peralatan elektronik untuk memainkan kaset di rumah sudah tidak berfungsi dengan baik. Memang bisa saja memperbaikinya, atau beli baru, namun karena peralatan untuk memutar CD dan DVD sudah ada, sepertinya lebih baik saya yang mengalah, membeli CD yang harganya lebih mahal daripada kaset.
Niat awalnya sih saya ingin menghapus semua file lagu hasil unduh gratis di semua media penyimpan saya, untuk kemudian saya gantikan dengan file-file baru hasil konversi saya sendiri dari CD atau DVD orisinilnya. Namun dengan cepat niat itu berubah, yaitu tetap mempertahankan file yang lama sambil menambahkan atau mengganti dengan file yang baru. Hal ini karena tidak semua lagu-lagu yang ada di media penyimpan saya dapat dengan mudah saya temui CD-nya di toko musik. Yah, sementara tambal sulam sambil perlahan-lahan memperbanyak koleksi album aslinya.
Terlambat?
Ya jelas terlambat, peraturan sudah diundangkan dari lama, saya baru-baru ini mencoba mematuhinya. Mudah-mudahan hal ini bisa mengurangi rasa bersalah yang saya rasakan setiap kali menikmati lagu-lagu yang saya dapatkan dengan cara mengunduh gratis itu.
Mahal?
Ya jelas mahal, apalagi kalau dibandingkan dengan predikat "gratis". CD musik paling murah yang saya ketahui berharga Rp 35.000 saat ini, itu pun biasanya untuk hasil karya musisi baru atau musisi yang musiknya kurang populis (analisis ngawur made in saya sendiri). Di koleksi saya yang mencakup harga tersebut adalah karya BIL Project, grup bentukan Ikang Fawzi, Eky Soekarno, dan Gilang Ramadhan. Yang lainnya rata-rata Rp 50.000 ke atas, yang di dalam koleksi saya mencakup karya-karya Jubing Kristianto (4 album), LLW (1 album), Komunitas Jazz Kemayoran (1 album), Kahitna (1 album). Nah kan, ketahuan deh baru sedikit.
Lalu, apa motivasi saya menuliskan hal-hal tak penting ini semua? Tak lain dan tak bukan hanya karena "ingin". Ingin menulis, ingin berbagi, ingin meletakkan pengingat bagi diri saya sendiri, dan syukur-syukur bisa menimbulkan keinginan teman-teman untuk memulai proses membeli kenikmatan, bukan mengunduh kenikmatan.
Lalu, apa motivasi saya mengisi blog ini pada jam kerja? Ah...kelu rasanya mencoba menjawab pertanyaan itu.
*ditemani musik fantastis besutan Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, dan Sandy Winarta
ditemani suara gemericik air dan suara timer + saklar otomatis dari mesin cuci...
BalasHapusuh waw, mesin cucinya yang canggih nih.......mau dooonggg.....
BalasHapuswkwkwkwk.. cini cini. :D
BalasHapuskalo pilem korea tetep donlotan kan?
BalasHapus