"Kakaaakk! Ayo sini, minta maaf ke adek.....Nah adek, tuh kakak udah minta maaf, baikan lagi yaa....cep cep, udah ah nangisnya..."
Saya sering mendengar percakapan antara seorang ibu dan anak-anaknya yang semacam itu. Masalahnya bisa bermacam-macam, namun hasil akhirnya biasanya sama, yaitu kedua belah pihak, baik yang mengusili ataupun yang diusili, diperintahkan untuk berbaikan kembali. Sang pengusil biasanya disuruh untuk meminta maaf, lalu yang diusili diperintahkan untuk memaafkan. Dunia anak-anak yang murni memungkinkan mereka untuk saling bermaafan dan kemudian bermain kembali, tanpa dendam atau omongan apapun di belakang.
Sekarang, seberapa sering kalimat semacam itu kita dengarkan (baik dari keluarga kita atau orang lain) dengan kondisi sang anak sudah dewasa dan orangtuanya sudah berusia lanjut? Atau kalau kita mendengarkannya sebagai pihak yang "mengusili" atau "diusili", seberapa mudah kita menuruti perintah atau anjuran untuk berbaikan? Sangat mudah, atau sangat sulit? Tanpa dendam, atau penuh dendam?
Kalau sudah dewasa, apakah kita sudah pasti benar?
Kalau sudah dewasa, apakah meminta maaf ataupun memaafkan tidak semudah saat kita masih anak-anak?
Kalau sudah dewasa, apakah masih tetap dibutuhkan perintah orangtua agar kita mau meminta maaf atau memaafkan?
Kalau jawaban dari ketiga hal tersebut adalah "YA", apakah kita benar-benar bisa menyebut diri kita sebagai orang dewasa?
Sebaliknya, kalau jawaban dari ketiga hal tersebut adalah "TIDAK", apakah kita sudah menerapkannya dalam kehidupan kita?
Apa bedanya orang dewasa dengan anak kecil? Mungkin jawabannya adalah: beda usia saja.
Tua itu pasti, dewasa itu pilihan.
aha.... nulis lagi... :D
BalasHapusAwakmu kapan Yu?
BalasHapuskapan opo mas??? nulis? lha iku wingi tas posting :D hahahaha
BalasHapusbtw iki chat e MP wes g nok ya?
BalasHapusOnok...lha iki sik muncul
BalasHapusRefresh-en ae
hm... koneksiku seng lemot paling... ato tah hide? :O yo po nge-show-ne maneh mas?
BalasHapusOno kok..icon tanda panah munggah nang ngisor MPmu
BalasHapusg nok mas :(
BalasHapusRefreshen wis
BalasHapussampuunnn ping bolak balik :((
BalasHapusYo berarti enggonmu lagi telo
BalasHapuswah :O kok ngerti mas???? tp iki wes dudu' telo maneh mas... iki wes dadi getuk... *lagi maem getuk temenan g goroh au mas... :D
BalasHapusHahayzzz..no pics = hoax, hoax = hoex
BalasHapussetuju sama kalimat penutupnya.
BalasHapusmasih bersih2 kok yu, belum masuk nulis....wong isinya curhatan semua :D
BalasHapusTerima kasih cak, aku baru tau ada chatnya gara2 komen njenengan ini :D
BalasHapusAh, credit goes to.....entah siapa yang pertama kali menelurkan istilah itu :D
BalasHapus*Celingukan sopo yoo*
BalasHapusHehehehehee...
BalasHapusMakane aku tetep betah dimari meski yo main nang lapak sebelah
muncul semua.. :))
BalasHapusSoale kudu dirusuh wan ben mbalik maneh
BalasHapusHahayzzz