Rabu, 30 November 2011

Selamanya anak kecil?

"Mamaaa.....kakak nakal, aku dicubit....huwaaaa.......!!"

"Kakaaakk! Ayo sini, minta maaf ke adek.....Nah adek, tuh kakak udah minta maaf, baikan lagi yaa....cep cep, udah ah nangisnya..."

Saya sering mendengar percakapan antara seorang ibu dan anak-anaknya yang semacam itu. Masalahnya bisa bermacam-macam, namun hasil akhirnya biasanya sama, yaitu kedua belah pihak, baik yang mengusili ataupun yang diusili, diperintahkan untuk berbaikan kembali. Sang pengusil biasanya disuruh untuk meminta maaf, lalu yang diusili diperintahkan untuk memaafkan. Dunia anak-anak yang murni memungkinkan mereka untuk saling bermaafan dan kemudian bermain kembali, tanpa dendam atau omongan apapun di belakang.

Sekarang, seberapa sering kalimat semacam itu kita dengarkan (baik dari keluarga kita atau orang lain) dengan kondisi sang anak sudah dewasa dan orangtuanya sudah berusia lanjut? Atau kalau kita mendengarkannya sebagai pihak yang "mengusili" atau "diusili", seberapa mudah kita menuruti perintah atau anjuran untuk berbaikan? Sangat mudah, atau sangat sulit? Tanpa dendam, atau penuh dendam?

Kalau sudah dewasa, apakah kita sudah pasti benar?
Kalau sudah dewasa, apakah meminta maaf ataupun memaafkan tidak semudah saat kita masih anak-anak?
Kalau sudah dewasa, apakah masih tetap dibutuhkan perintah orangtua agar kita mau meminta maaf atau memaafkan?

Kalau jawaban dari ketiga hal tersebut adalah "YA", apakah kita benar-benar bisa menyebut diri kita sebagai orang dewasa?

Sebaliknya, kalau jawaban dari ketiga hal tersebut adalah "TIDAK", apakah kita sudah menerapkannya dalam kehidupan kita?

Apa bedanya orang dewasa dengan anak kecil? Mungkin jawabannya adalah: beda usia saja.

Tua itu pasti, dewasa itu pilihan.

21 komentar:

  1. kapan opo mas??? nulis? lha iku wingi tas posting :D hahahaha

    BalasHapus
  2. Onok...lha iki sik muncul

    Refresh-en ae

    BalasHapus
  3. hm... koneksiku seng lemot paling... ato tah hide? :O yo po nge-show-ne maneh mas?

    BalasHapus
  4. Ono kok..icon tanda panah munggah nang ngisor MPmu

    BalasHapus
  5. wah :O kok ngerti mas???? tp iki wes dudu' telo maneh mas... iki wes dadi getuk... *lagi maem getuk temenan g goroh au mas... :D

    BalasHapus
  6. Hahayzzz..no pics = hoax, hoax = hoex

    BalasHapus
  7. masih bersih2 kok yu, belum masuk nulis....wong isinya curhatan semua :D

    BalasHapus
  8. Terima kasih cak, aku baru tau ada chatnya gara2 komen njenengan ini :D

    BalasHapus
  9. Ah, credit goes to.....entah siapa yang pertama kali menelurkan istilah itu :D

    BalasHapus
  10. Hehehehehee...

    Makane aku tetep betah dimari meski yo main nang lapak sebelah

    BalasHapus
  11. Soale kudu dirusuh wan ben mbalik maneh

    Hahayzzz

    BalasHapus