Kamis, 21 Februari 2008

Not Only Words

would you please be there
just sit down, try to relax
not as soon as lightning, though
I'll be there to comfort you

would you please just call
and wait for me patiently
soon my heart would sign me
and throw my feet on the road

would you please understand
about me and my weakness
because, just like you
I'm just a human being

would you please find me
whenever I'm lost and confuse
just whisper me your words
in no time, I'll be home

Senin, 18 Februari 2008

Hari Baru (tidak untuk film Ayat-ayat Cinta!!)

Aaaahhh...dah lama banget ga ngoceh segala macem di sini. Maklum, lagi males nulis apapun, jadinya ya ga diisi-isi deh blognya.Sebulan udah berkutat sama segala emosi negatif, dari sedih, marah, kesel, cemburu, muak, sampe ke rasa lelah yang kaya selalu ada tiap saat.

Kenapa? Kadang juga bingung kalo ditanya begitu. Kalo mo dibilang kewajaran, kok ya sampe sebulan segala hampir nonstop. Kalo dibilang buang-buang energi ga jelas, kok ya rasanya wajar aja ya waktu ngerasainnya. Kalo dibilang menyedihkan, hehehehe, lha wong emang gitu kok nyatanya. Aah udahlah, toh ya udah lewat. Hari-hari ke depan mudah-mudahan ga bluey2 banget, dan harus begitu, karena gw maunya begitu!

Barusan aja liat sebentar Ayat-ayat Cinta, film yang (katanya) paling diantisipasi sejagad percintaan di Indonesia. Hemmm.....Rianty, Melani Putria, Zaskia Mecca, kayanya seleb2 cewe yang masuk kategori menarik bagi gw. Kalo mau jujur, sebelom nonton juga udah ada ketakutan yang nongol gitu aja. Takut, kalo film ini ga seindah dan sebaik novelnya, karena novelnya masuk kategori hampir sempurna menurut standard penilaian gw yg cupu ini. Dan...eng ing eng, mulai deh....dan segala komentar nyerocos langsung dari mulut gw tanpa sensor. Kenapa begini, kenapa begitu, wah gak gini harusnya, harusnya gitu.

Walhasil, setelah episode pernikahan, kutinggallah itu film. Kecewa, di saat pernikahan Islami yang gw harap berhasil ditangkap kamera dan disajikan buat penonton ternyata serasa dikhianati habis2an.
  • Adegan membaca do'a sesudah masuk ke apartemen, perilaku sang istri yang menghormati dan menghargai semua barang milik sang suami tanpa menggantinya dengan yang baru, percakapan mengenai penentuan tempat tinggal hingga adegan pemilihan satu di antara dua kartu ATM yang ada, lalu pernyataan bahwa sang istri akan mengikuti kebijakan dan keputusan sang suami mengenai tempat tinggal, pekerjaan, dan pola hidup yang akan dijalani, semua ga ada.
  • Pun adegan sang suami yang sempat bingung menghadapi segala kenikmatan dan kekayaan yang ada di depan mata, lalu caranya mengatasi kekikukan itu dengan bertukar pikiran dengan sang istri dan sang syekh, semuanya ga ada.
  • Keikhlasan sang istri untuk hidup sederhana sesuai kehidupan sang suami sebelum menikah, dan keikhlasan sang suami untuk mempertimbangkan kesulitan yang akan dihadapi sang istri bila hidup dengan pola yang biasa dijalani sang suami, semua ga ada.
Mungkin masih banyak lagi yang bisa ditangkap, kalo aja gw nerusin nonton sampe terakhir. Tapi gw terlanjur kecewa. Gw berharap pasangan dalam novel, yang selalu berhasil mengatasi semua masalah dan menjembatani perbedaan sesuai keyakinan mereka pada Allah SWT, seakan gak penting bagi film ini. Yang penting adalah gesekan-gesekan konsep poligami, yang dengan heboh dan membabi-buta dijejalkan di dalamnya.
  • Dibuatlah sang istri gak mau sang suami kerja, karena uangnya sudah banyak.
  • Dibuatlah adegan makan malam di restoran dengan keluarga Fahri dan keluarga Maria sebagai pelakunya, hanya untuk memunculkan adegan Aisyah yang menepis tangan Fahri yang mau membayar makanan, untuk kemudian melunasi semua tagihan makan malam itu.
WTF??!!!

Ya sudahlah, daripada sakit hati, mending ga usah nonton sampe selesai. Makasih buat yang bikin film ini, makasih buat Rosa yg udah nyanyi soundtracknya dengan indah, makasih buat kalian2 yg suka sama film ini. Buat gw, cukup novelnya ajalah.

Oiya, kenapa postingan ini ga dimasukin ke review? Jawabnya adalah, karena gw males edit2 lagi, males cut paste, jadi dimaklumin aja yaaa.....

Senin, 04 Februari 2008

I'm Leaving

just stop the tears
words can be harsh
but if you notice
there's love in them

just smile at least
even if it crashed
we've done with lies
so let's be true

just laugh at it
a past is a past
those times we're hurt
was our traces behind

just treasure it
our beats when we kiss
never ending compassion
undeniable warmth we share

cause now is the time
i'm leaving you behind
healing my wounds desperately
dreaming of your touch endlessly