Rabu, 03 Januari 2007
Manusia
Gw aslinya bingung mo nulis apa. Tau2 aja pengen nulis, setelah gw baca satu blog temen gw, yg isinya bikin merinding, terharu, bahagia, dan sejuta perasaan yg dateng tiba2.
Keteguhan hati, itu yg gw liat di situ. Saat manusia memilih sesuatu, dan menetapkan hati untuk bertahan dengan sesuatu. Berat, gw yakin berat utk bertahan, tapi salah satu kualitas seorang manusia ditentukan oleh pilihan2 yg dibuatnya, dan seberapa jauh keteguhannya terhadap pilihan itu.
Seperti mimpi yg g jelas kapan perwujudannya, seperti itu juga batas dari keteguhan seseorang. Kalo mimpi masih ada campur tangan dari pihak2 lain, maka keteguhan hati mutlak ditentukan isi kepala dan hati orang yang bersangkutan. Seberapa besar mimpi yang dia punya, seberapa banyak semangat yang mampu ia bakar, akan menentukan sejauh mana ia mampu berjalan, seberapa banyak beban yang mampu ia pikul, dan berapa banyak pengorbanan yang bisa ia lakukan demi mimpinya.
Manusia tetaplah manusia. Sekuat-kuatnya dia, tetep aja sifat bodoh dan abai itu melekat, seperti kebodohan dan keabaian pendahulu kita yg berani menerima tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Pun begitu, sebodoh-bodohnya manusia, kekuatan menerima tanggung jawab yg besar pun sama melekat pada dirinya. Keelastisan manusia beradaptasi, salah satunya, menempatkan manusia dalam strata tertinggi makhluk hidup di bumi. Keegoisan manusia demi sesuatu yg dikejarnya, kemampuan mengabaikan semua perih dalam perjuangan mewujudkan mimpi, ikut juga andil dlm keberhasilan itu.
Akhirnya, kelapangan hati dalam menerima keberhasilan ato kegagalan, jadi simpul terakhir yg bikin manusia bisa terlihat mengagumkan.
Heheee, lumayan dulu ah, segini aja deh......besok2 lagi yaaa.....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar